17 August 2015

Kebebasan Finansial, Haruskah Meninggalkan Pekerjaan ? - Bagian 1



Kebebasan finansial seseorang bukanlah sesuatu hal yang kebetulan, tetapi dapat dicapai dengan keinginan dan pilihan.

Dalam penulisan artikel ini, saya bertanya kepada para karyawan, "Kapan kamu meninggalkan pekerjaan ? " Dengan kata lain, "Kapan kamu akan lepas dari budak gaji ?"

Jawaban mereka sama, yaitu mereka tidak akan meninggalkan pekerjaan sampai pensiun, sekitar umur 60 tahun.

Apa maksud dari hal ini? Jawaban yang mampu diucapkan oleh mereka adalah terus bekerja sampai umur 60 tahun. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, tidak adanya target khusus. Kedua, rasa takut dan terlalu bergantung pada pekerjaan yang aman.

Saya akan bertanya kepada diri Anda, "Apa jaminan yang Anda miliki sehingga Anda lebih memilih melanjutkan pekerjaan Anda sampai masa pensiun ?"

Secara jelas mungkin jawabannya adalah jaminan yang Anda miliki adalah kepercayaan Anda terhadap tempat kerja Anda atau Anda menyandarkan hidup Anda padanya. Sebenarnya, memutuskan untuk meneruskan pekerjaan hingga masa pensiun adalah resiko besar dan tidak dapat menjamin kehidupan Anda. Apalagi bagi mereka yang hanya memiliki pemasukan satu-satunya dari gaji yang mereka gunakan untuk menjamin kebutuhan hidup.

Pertanyaan selanjutnya adalah, "Jika Anda berhenti/diberhentikan dari pekerjaan karena suatu alasan, berapa hari/tahunkah tabungan anda dapat mencukupi segala kebutuhan hidup Anda?"

Jawaban mereka sangat beragam. Yang jelas adalah mereka tidak pernah menanyakan pertanyaan ini kepada diri mereka atau mereka juga tidak memiliki perencanaan untuk kemungkinan dalam hidup mereka.

Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan enkau akan mati esok hari dan bekerjalan untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya.
Lalu, apa pengertian kebebasan finansial Anda?

Cara pertama untuk menyelesaikan permasalahan adalah membatasi atau mengetahu permasalahan tersebut. Oleh karena itu, kebebasan finansial Anda adalah ketika Anda mampu memenuhi seluruh biaya hidup Anda dengan kekayaan yang Anda miliki, tanpa harus bekerja lagi, Bukankah tujuan seperti ini harus kita perhatikan?

Setiap tujuan pasti dimulai dari pemikiran yang terus diulang-ulang dalam pikiran, kemudian berubah menjadi perasaan. Selanjutnya, perasaan akan berubah menjadi tindakan untuk menggapai tujuan.

Lanjutkan Membaca : Kebebasan Finansial, Haruskah Meninggalkan Pekerjaan ? - Bagian 2


Mengapa Harus Berubah ?



Perubahan selalu terjadi. Untuk menyikapinya, kita bisa mengikuti perubahan tersebut atau berdiam diri. Pada level tertentu, kita bisa menjadi pembawa perubahan itu sendiri.

Melakukan perubahan besar dalam hidup memang terasa agak menakutkan. Tapi tahukah kau apa yang lebih menakutkan dari itu ? Penyesalan."
Dalam menghadapi perubahan, setiap orang memiliki faktor "pendorong"  atau "motivasi" yang berbeda-beda. Ada yang melihat perubahan sebagai "peluang", lalu melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menjadi lebih baik. Ada pula yang melihat perubahan sebagai "tantangan" sehingga merasa harus melakukan tindakan-tindakan untuk bertahan atau mencapai hasil yang lebih baik.

Sejumlah orang berubah ketika melihat cahaya. Yang lain berubah ketika merasa kepanasan." - Caroline Schroeder
Paul G. Stoltsz, dalam bukunya yang berjudul Advertisy Quotient, membagi hambatan menjadi tiga tingkat kesulitan seperti gambar berikut :



Umumnya model yang digambarkan dalam bentuk piramida dibaca dari bawah ke atas, tapi model piramida tingkat kesulitan ini dibaca dari atas ke bawah. Tingkat kesulitan pertama muncul dari masyarakat, mencakup kejadian dan perubahan seperti krisis ekonomi, meningkatnya kejahatan, krisis moral, dan berbagai perubahan lainnya.

Tingkat kesulitan berikutnya terjadi di tempat kerja, ketika perubahan akan membawa dampak pada ketidakpastian karyawan terhadap pekerjaan dan penghasilannya, Setiap orang yang bekerja akan berusaha mengikuti perubahan itu atau berisiko tersingkir dari pekerjaannya.

Tingkat kesulitan ketiga adalah tingkat kesulitan di level individu, yaitu kesulitan menghadapi perubahan pada "diri sendiri". Berdasarkan survei, rata-rata anak usia enam tahun tertawa tiga ratus kali setiap hari, sementara rata-rata orang dewasa hanya tujuh belah kali. Mengapa begitu ? Penyebabnya adalah kesulitan dari waktu ke waktu yang harus di hadapi oleh orang dewasa.

Orang yang menghadapi kesulitan dalam kehidupan bisa berpikir, "Saya tahu ini sulit, tapi..." Kata-kata selanjutnya bisa beraneka macam, dan merupakan wujud reaksi orang tersebut terhadap kesulitan akibat perubahan. Pemikiran itu lalu bisa dikembangkan menjadi, "Apa yang akan terjadi bila saya tidak melakukan perubahan ?"

16 August 2015

9 Model Bisnis Online Untuk Pemula - (Bagian 2)



Pada bagian pertama kita telah membahas beberapa model bisnis online yang sering digunakan. Pada bagian kedua ini kita akan membahas kembali beberapa bisnis online yang paling sering digunakan oleh para pelaku bisnis online.

Model Bisnis Transaction Processing

Perusahaan yang menjalankan model bisnis ini mirip seperti sebuah bank. Tetapi bedanya perusahaan ini hanya menyediakan fasilitas transaksi. Jadi mereka tidak memberi pinjaman dana. Produk mereka berupa rekening virtual (rekening online) yang dapat kita gunakan untuk bertransaksi di internet. Karena mereka punya produk yang berupa rekening virtual, kita bisa menyimpan uang di rekening tersebut. Kelak rekening itulah yang kita gunakan untuk transaksi di internet.

Contoh perusahaan online yang menjalakan model bisnis ini adalah bisnis PayPal.com. Selain PayPal.com, di indonesia juga ada website yang namanya IpayMu.com. Mereka menghasilkan pendapatan dengan cara memberi fee (biaya) pada transaksi yang terjadi.

Paypal ini mirip seperti rekening bank virtual, Jadi kita bisa membuat rekening (akun) di PayPal. Nah akun PayPal tadi dapat kita gunakan untuk bertransaksi. Kita bisa mengirim uang ke sesama pengguna PayPal, menerima uang, dan menyimpan uang melalui akun PayPal.

Nah, ketika kita bertransaksi melalui PayPal untuk kondisi tertentu ada biaya yang harus kita bayarkan. Biaya yang dibayarkan itulah yang menjadi pemasukan bagi perusahaan yang menerapkan model bisnis ini.

Model Bisnis Licensing

Selain model bisnis yang tadi sudah kita bahas, masih ada model bisnis yang namanya licensing. Contoh bisnis online yang menerapkan model bisnis semacam ini adalah website PenjajahFB.com. PenjajahFB.com adalah sebuah website yang menyediakan sebuah website yang menyediakan aplikasi (tool) untuk kegiatan Facebook marketing. Nah agar bisa menggunakan aplikasi disediakan oleh PenjajahFB.com, kita harus membayar lisensi penggunaan. Nah, biaya yang kita bayarkan untuk lisensi itu tadilah yang akan menjadi pemasukan bagi PenjajahFB.com.

Selain PenjajahFB.com, website lain yang menerapkan model bisnis semacam ini misalnya ZahirAccounting.com. ZahirAccounting.com adalah website yang menyediakan software akuntansi. Agar bisa menggunakan software akuntansi tersebut, tentu saja kita harus membayar lisensi penggunaan software tersebut.

Model Bisnis Pengelolaan Data

Model bisnis yang ini adalah model binsis pengelolaan data. Perusahaan online yang menerapkan model bisnis semacam ini adalah wwa.Alexa.com.

Alexa.com adalah website yang mengumpulkan data-data website dari seluruh dunia. Lalu kemudian data itu dikelola. Nah, orang-orang yang butuh layanan pengelolaan data tersebut haruslah membayar Alexa. Dari sanalah Alexa mendapatkan pemasukan.

Keren bukan ? Dari urusan mengelola data saja, Alexa bisa mencetak penghasilan yang fantastis.

Model Bisnis Berbaris Aplikasi Mobile

Seiring dengan semakin canggihnya handphone saat ini, maka tentu angka penggunaan aplikasi mobile akan semakin tinggi. Makin tingginya penggunaan aplikasi mobile tentu saja akan membuat para developer berlomba-lomba mengembangkan aplikasi mobile untuk memudahkan hidup manusia.

Dalam bisnis onilne, kita juga bisa menghasilkan uang dengan membuat aplikasi mobile. Lalu aplikasi mobile itu kita uangkan. Caranya ?

Cara pertama bisa dengan cara kita jual aplikasi tersebut. Jadi orang yang mau men-download aplikasi kita haruslah membayar. Atau cara yang kedua bisa juga dengan cara di dalam aplikasi itu kita pasangi dengan iklan. Nah, kita mendapatkan uang dari iklan-iklan tersebut.

Model Bisnis Gaming

Model bisnis yang terakhir ini adalah model bisnis di bidang game. Ada beragam cara menghasilkan uang dengan game. Cara-cara tersebut misalnya :


  • Dengan menjual game tersebut. Jadi orang-orang yang mau memainkan game kita haruslah membayar terlebih dahulu.
  • Dengan menyediakan game tersebut secara gratis, tapi jika ingin menggunakan fasilitas khusus dalam game tersebut, pengguna haruslah membayar. Contoh game yang menerapkan cara ini misalnya Angry Bird. Ketika Anda bermain Angry Birds, awalnya kita diberikan akses secara gratis. Namun, ketika kita sudah ketagihan dan ingin lanjut ke level yang jauh lebih tinggi kita diharuskan membayar. Selain itu kalau kita ingin menggunakan ilmu/senjata khusus di Angry Birds, kita harus membeli dulu senjata tersebut. Nah, dari pembelian kita tadilah perusahaan pembuat si burung ini akan mendapatkan pemasukan.
  • Dengan menjual voucher dalam game tersebut. Jadi pengguna bisa memainkan game secara gratis, namun jika mereka ingin ada fitur khusus mereka haruslah membayar ke kita. Nah , mereka membayar kita lewat pon. Pon ini bisa dibeli melalui voucher. Jika Anda punya passion bidang gaming, maka Anda bisa belajar mencoba berbisnis di bidang ini.
Dari ke-9 model bisnis yang tadi sudah kita bahas tadi, ada 3 model bisnis yang paling memungkinkan untuk dicoba oleh kita para pemula, 3 model bisnis tersebut adalah :

  • Commerce
  • Periklanan online
  • dan Subscription
Bagaimana dengan model bisnis lainnya ? model bisnis lainnya juga bisa kita coba, hanya saja model bisnisnya akan lebih kompleks dan butuh sumber daya yang tidak sedikit. Misalkan, kita mau menjalankan model bisnis transaction processing, maka kita harus membangun sistem transaksi yang baik dan aman.

Dapat Anda bayangkan betapa kompleksnya proses kerja membangun sistem tersebut. Berapa banyak uang, waktu dan tenaga yang harus kita investasikan untuk membangun sistem tersebut.

Oleh sebab itu, 3 model bisnis yang tadi saya sebutkan adalah model bisnis yang lebih sederhana dan bisa kita bangun sekarang juga.

Baca Artikel Sebelumnya : 9 Model Bisnis Online Untuk Pemula - (Bagian 1)

9 Model Bisnis Online Untuk Pemula - (Bagian 1)



Ada 9 model bisnis untuk menghasilkan uang dari internet. 9 model bisnis ini sudah terbukti ampuh dan sudah diterapkan oleh berbagai perusahaan-perusahaan internet TOP di dunia. Apa saja ke-9 model bisnis tersebut ? Berikut pembahasannya.

E-commerce

Model bisnis online yang pertama adalah jualan (commerce). Contoh perusahaan online yang menerapkan model bisnis ini misalkan seperti www.lazada.co.id, tokopedia.com dan zalora.co.id

Untuk menghasilkan uang dengan model bisnis seperti ini, kita harus menjual produk. Produk yang dijual bisa apa saja. Mau jualan sepatu, jualan baju, jualan buku, jual produk apa saja yang bisa laku.

Jadi, jika Anda ingin menghasilkan uang dari internet dengan model bisnis ini, maka anda perlu berjualan online.

Seni Menjadi Pedagang Online 468x60

Online Advertisement

Selain menghasilkan uang dengan menjual suatu produk, kita juga bisa menghasilkan dengan melalui periklanan, Contoh website yang menerapkan bisnis model ini adalah:

  • Facebook.com Facebook menghasilkan uang dari iklan. Jika Anda sering mengakses situs facebook, maka Anda pasti juga sering menjumpai iklan-iklan yang ada di sisi kanan Facebook. Nah, itu salah satu contoh bentuk iklan yang ada di Facebook.
  • Google. Program periklanan yang disediakan oleh Google dinamakan dengan Google Adword. Google Adword ini memungkinkan para pemasang iklan untuk beriklan pada hasil pencarian Google. Ambil contoh, Anda ketik kata kunci 'jual mobil' di Google. Nah, pada hasil pencarian yang Anda temukan, akan ada dua jenis hasil pencarian. Hasil pencarian yang paling atas adalah hasil pencarian yang berupa iklan Google Adwars. Nah, hasil pencarian yang lain barulah merupakan hasil pencarian organik. Dari google Adwars inilah GOogle menghasilkan pendapatan.
  • Detik.com. Situs-situs media/portal berita seperti Detik.com ini juga menghasilkan pendapatan dari iklan. Kedepannya bisnis model periklanan online seperti ini akan semakin cerah.
Website dengan model bisnis semacam ini mendapatkan pemasukan dari biaya iklan yang dibayarkan oleh pemasang iklan. Ketika nanti kita memiliki sebuah blog, kita juga bisa menjadikan blog kita sebagai tempat orang-orang beriklan. Kita juga bisa menerapkan model bisnis periklanan ini di blog.

Subscription

Model bisnis online yang ketiga adalah subscription. Apa itu subscription ? Model bisnis subscription artinya sebuah website mendapatkan pemasukan dari keanggotaan berbayar.

Website subscription menawarkan keanggotaan berbayar. Orang-orang yang mendaftar kelak harus membayar biaya pendaftaran. Nah, setelah membayar biaya pendaftaran, kelak mereka akan menjadi member dari website tersebut.

Ketika orang-orang sudah terdaftar sebagai member dari website subscription, mereka bisa mengakses puluhan video tutorial atau pun sebuah fitur tertentu dari website tersebut. Seperti itulah model bisnis subscription.

Model Bisnis Peer To Peer

Model bisnis peer to peer adalah model bisnis online di mana sebuah perusahaan menjadi penghubung antara komunitas dan pengguna jasa. Perusahaan menjadi penghubung antara komunitas dan pengguna jasa. Contoh website yang menerapkan model bisnis semacam ini adalah Sribu.com. Sribu.com adalah website yang menghubungkan komunitas desainer dengan perusahaan/klien yang butuh jasa desain.

Pendapatan dari model bisnis semacam ini didapatkan dengan cara pemberian biaya terhadap penggunaan fasilitas situs web. Misalkan ada si A dan si B, Si A adalah pengguna jasa, sementara si B adalah penyedia jasa. Nah, website X adalah website yang menghubungkan antara si A dan si B. Ketika si A berhasil bertransaksi dengan si B, maka kelak website X bis amemberikan biasa untuk transaksi tersebut.

Bersambung ke :  9 Model Bisnis Online untuk Pemula - (Bagian 2).